1.Pendahuluan

Salah satunya anda harus mengetahui hal-hal dibawah ini
Video, merupakan gabungan gambar-gambar mati yang dibaca berurutan dalam suatu waktu dengan kecepatan tertentu. Gambar-gambar yang digabungkan tersebut dinamakan Frame dan kecepatan pembacaan gambar disebut dengan frame rate , dengan satuan fps (frame per second).
Video terdiri dari :
  • Video Analog
    tersusun dari gelombang magnetik tersambung yang bervariasi, dengan kata lain nilai sinyal akan memiliki angka yang beragam tetapi terbatas pada batas maksimum dan minimum yang diijinkan.
  • Video Digital
    ditransmisikan hanya berupa titik presisi yang dipilih pada interval dalam kurva. Tipe sinyal digital yang dapat dipakai oleh komputer kita adalah tipe binary 
    2. Definisi Capture Video

    Capturing/Digitized Video

    Proses capture video (capturing) adalah proses memindahkan hasil rekaman yang disimpan dalam kaset MiniDV dari kamera ke dalam komputer untuk dijadikan sebuah file dengan format digital (avi). Istilah Digitized karena proses yang merubah analog (kaset video) menjadi file digital yang dikenal oleh komputer.
    Untuk meng-capture video kita harus membutuhkan salah satu software pendukung antara lain Microsoft Movie Maker merupakan software bawaan yang ada di Windows. Software lain yang bisa digunakan adalah Pinacle, Ulead dan Adobe Premiere, tetapi untuk memakai software ini anda harus membelinya. Dalam pembelajaran ini akan dibahas capture video menggunakan Movie Maker agar anda tidak perlu membeli software pengolah video yang harganya cukup mahal.
    Dalam men-capture video, perlu diperhatikan pula koneksi yang digunakan. Karena antara koneksi video analog dan video digital berbeda. Berikut koneksi yang digunakan oleh video analog dan video digital :
    a. KONEKSI VIDEO ANALOG
    Secara umum terdapat 3 koneksi yang biasa dipakai :
  • Composite (RCA)
    Koneksi analog yang paling sederhana menggunakan 1 buah kabel.
  • S-Video
    Memilki kualitas yang lebih baik dari RCA, biasa dipakai oleh perangkat video VHS
  • Component
    Koneksi ini yang terbaik, dipakai perangkat video Betacam (Beta-SP) karena kualitas gambar lebih bagus dan terlihat halus.

    Untuk melihat gambar dan jenis-jenis conector silahkan lihat
    b. Koneksi Video Digital
    Dalam format video digital dikenal 2 jenis koneksi, yaitu :
    1. IEEE 1394
      Koneksi ini umum disebut dengan koneksi FireWire (Apple Computer) atau i-Link (Sony Corporation). Koneksi ini merupakan standar koneksi yang memiliki kecepatan transfer sangat tinngi hingga 400 Mbps.
    2. Serial Digital Interface (SDI)
      Koneksi ini dipakai untuk konsumen High-End Profesional untuk mengolah digital video format HD (High Defenition) dan SD ( Standard definition), perangkat yang menggunakan koneksi jenis ini sangat mahal dan hanya dipakai pada industri film dan video yang besar.
      3. Standar Video dan Film
      Film yang kita lihat di bioskop adalah film yang diproyeksikan dengan frame rate 24 fps , sedangkan film yang kita lihat di televisi memiliki frame rate sekitar 30 fps (tepatnya 29,97) sesuai dengan standar masing-masing negara. Berikut ini format standar yang digunakan beberapa negara :
      Format Standar
      Negara
      Frame Rate
      NTSC
      USA, Jepang, Kanada, Meksiko dan Korea
      29,97
      PAL
      Indonesia, Inggris, Australia, Eropa dan Cina
      25
4. Ukuran Resolusi

Resolusi Untuk Monitor Komputer

Gambar yang kita lihat dilayar sebenarnya terdiri dari kumpulan kotak kecil yang berwarna yang disebut dengan pixel dan tampilan yang terlihat dilayar disebut dengan frame. Sedangkan Resolusi merupakan banyaknya jumlah pixel persatuan inchi. Layar terbentuk oleh perbandingan pixel aspect ratio dan frame aspect ratio, sehingga kita sering melihat bentuk tampilan yang memanjang seperti dibioskop tapi ada tampilan lain seperti layar Monitor.
Pixel Aspect Ratio menjelaskan tentang rasio perbandingan lebar dengan tinggi dari sebuah pixel dalam sebuah gambar.
Frame Aspect Ratio menggambarkan perbandingan lebar dengan tinggi pada dimensi frame dari sebuah gambar.
Sebagai contoh, D1 NTSC memiliki pixel aspect ratio 0.9 (0.9 lebar dari 1 unit tingi) dan memiliki pula frame aspect ratio 4:3 (4 unit lebar dari 3 unit tinggi).


Pixel aspect ratio 0.9 dan frame aspect ratio 4:3

5. Bagian-bagian Capture Video
Peralatan Yang harus dipenuhi dalam meng-capture video menggunakan Microsoft Movie Maker antara lain:
  1. PC yang digunakan
      1. Pentium4 atau AMD Athlon,
      2. RAM minimal 256 Mb
      3. Harddisk, Putaran Hardisk 7200 rpm dengan kapasitas kosong (space kosoong minimal 20 Gb)
      4. VGA card minimal 32 Mb (resolusi monitor 1024×768 pixel)
      5. System operasi Windows XP Home Edition atau Profesinal Edition
  2. Kartu capture video
    Kartu capture video dibutuhkan untuk mentransfer/mengcapture dari media analog (kaset mini DV) ke hardisk. Kartu capture video yang paling sering digunakan adalah IEEE 1394 capture card, yang digunakan untuk mencapture format DV ( Digital Video). Anda dapat membeli dengan kisaran harga yang terjangkau.
    Gambar Firewire 1394
  3. Kabel Data
    kabel data yang digunakan adalah kabel firewire yang didapat jika kita membeli IEEE 1394 card. Kabel data digunakan untuk menghubungkan handycam dengan komputer.
    Gambar Kabel firewire
  4. Handycam
    Pada saat ini sudah ada produk handycam yang menyimpan film dalam DVD R/W yang dapat langsung diputar di komputer untuk di import langsung ke dalam harddisk karena pada saat direkam sudah langsung berbentuk digital sehingga tidak memerlukan handycam dalam proses tranfer ke komputer. Tetapi pada pelajaran ini kita masih menggunakan Handycam / mini DV player yang digunakan untuk menjalankan kaset mini DV yang berisi film, Karena komputer tidak dapat menjalankan film yang masih dalam kaset mini DV
  5. Software Video editing
    Microsoft movie maker adalah sofware bawaan yang ada di dalam windows. Walaupun fiturnya masih sederhana dibanding sofware lain, tetapi untuk sekedar mengcapture video dan edit sederhana sudah cukup kecuali anda ingin lebih mendalami editing video secara profesional anda dapat mendalami software Adobe premier.

6. Langkah-langkah mengcapture Video dengan Movie Maker sebagai berikut :
  • Pastikan kaset mini DV telah terpasang pada mini DV player/handycam dan pada posisi sehabis digunakan untuk mengambil gambar.
  • Hubungkan ujung kabel data pada handycam
  • masukkan kabel video yang lain pada lubang port kartu video/fireware pada komputer.

  • Hidupkan handycam dan atur pada mode VCR
    VCR Mode adalah mode jika kita ingin melihat hasil rekaman pada handycam.
  • Jalankan software Windows Movie Maker dengan memilih : Start – Program – Windows Movie Maker
  • Maka akan tampil area kerja movie maker
  • Untuk mensetting project yang akan kita buat ikuti langkah berikut, Tools – Options – General:
  • Pada kolom default Author untuk memberi keterangan pembuat/pemilik project. Setiap hasil kerja yang dibuat dalam movie maker disebut sebagai project.
  • Pada kolom Temporary strorage , tentukan tempat penyimpanan file hasil capture video yang akan kita buat.
  • Aktifkan Save AutoRecover info every dan atur waktu untuk menyimpan secara otomatis dengan waktu yang anda inginkan.
  • Selanjutnya klik tab Advenced untuk mengaturan lainnya
  • Pada kolom pilhan Default Durations Pilihan Picture duration untuk mengatur durasi gambar yang dimasukkan dalam timeline, sedangkan Transition duration  berfungsi mengatur durasi transisi default yang  dibuat dalam Timeline.
  • Pada kolom video properties pilih Pal pada video format dan pilih 4:3 pada pilihan Aspect ratio.
  • Lalu klik OK
  • Langkah selanjutnya adalah mengcapture vide. Klik File – Capture Video, atau klik pada Capture from video device
    Pastikan kabel telah terpasang dengan benar antara komputer maka secara otomatis movie maker akan mengenali perangkat yang digunakan.
    Selanjutnya akan muncul jendela Video Capture Wizard

    isi nama file pada kolom Enter a file name for your captured video
    Tentukan tempat penyimpanan pada kolom choose a place to save your captured video.
    Kemudian klik next
    Selanjutnya akan muncul jendela Video setting untuk mengatur format video yang akan di capture.

    Pilihlah Digital Device format (DV-AVI). Pada format ini frame siz : 720×576 pixels dan frame rate: 25 fps dengan format video PAL. Untuk tiap menit membutuhkan ruang sebesar 178 MB.
    Lanjutkan dengan mengklik Next
    Selanjutnya akan muncul Capture Method utuk memilih metode yang digunakan untuk meng-capture

    Pilihlah capture parts of the tape manualy dimana kita dapat memilih bagian yang ingin kita capture sehingga dapat menghemat ruang penyimpanan
    Aktifkan show preview during capture untuk melihat gambar video selama proses capture berlangsung.
    Lanjutkan dengan mengklik Next>
    Selanjutnya akan muncul jendela capture video

    Pada kolom DV camera controls anda dapat mengendalikan camera digital dengan melakukan Play, Stop, Rewind dan Forward

    Jalankan camera video dengan cara klik tombol Play untuk melihat hasil rekaman

    Klik tombol Start Capture untuk memulai proses capture
    Klik tombol Stop Capture untuk menghentikan proses capture
    Lakukan langkah diatas untuk melakukan capture selanjutnya.
    Jika sudah selesai meng-capture, lanjutkan dengan mengklik Finish . Maka secara otomatis file tersebut akan diimport

    Hasil import file tersebut akan disimpan dalam Collection pane dan content Pane

    Selanjutnya file tersebut masih berbentuk file avi dan siap di edit dan diberikan efek sesuai dengan selera anda. Untuk pembelajaran editing video, dapat anda temukan pada pembelajaran yang lain. Terima kasih.