samsung-galaxy-y-172x3001Teknologi code division multiple access (CDMA) selama ini masih dianggap “miring” oleh konsumen. Bahkan dalam persepsi konsumen, teknologi CDMA masih kalah jauh dibandingkan Global System for Mobile Communication (GSM).
Division Head Mobile Broadband Service Management Smartfren Hermansyah menjelaskan tidak bisa menyalahkan konsumen yang masih menganggap bahwa teknologi CDMA itu kuno.

“Teknologi CDMA dianggap low end, ponsel yang dikeluarkan pun hanya ponsel China. Kita masih dianggap kuno,” ungkap Hermansyah kepada Kompas.com, Minggu (4/12/2011).

Padahal, kata Hermansyah, pengguna teknologi CDMA di Amerika Serikat lebih besar dibandingkan pengguna teknologi GSM. Di Indonesia, teknologi GSM justru mendominasi layanan operator di tanah air. Telkomsel, XL, Indosat, Hutchison dan Axis menawarkan layanan GSM, sementara pemain jaringan CDMA hanya Flexi dari Telkom, Esia dari Bakrie Telecom dan Smartfren.

Untuk menghapus kesan negatif tersebut, Smartfren telah membuka layanan broadband dengan teknologi EV-DO Rev B Fase 2 yang diklaim mampu mengunduh data hingga kecepatan 14,7 Mbps dan mengunggah data dengan kecepatan 5,4 Mbps. Untuk sementara, layanan yang baru diluncurkan pada 20 Oktober 2011 lalu ini bisa dinikmati di area Jabodetabek saja. Tahun depan, teknologi ini akan disebar ke area cakupan Smartfren di seluruh Indonesia.

“Dengan teknologi tersebut, kita bisa menikmati game online dan akses video streaming seperti Youtube secara mulus,” tambahnya.

Smartfren menjadi operator CDMA pertama kali di Indonesia dan merupakan operator kedua di dunia yang menggunakan teknologi EV-DO Rev B Fase 2. Sebelumnya, teknologi ini diadopsi oleh operator di India.

“Smartfren hanya kalah beberapa hari saja dengan operator di India tersebut. Padahal mereka belum memiliki produk kartu seluler,” tambahnya.

Hermansyah mengaku kesulitan terbesar memasarkan teknologi CDMA adalah kekurangan ponsel dengan jaringan CDMA, terutama ponsel pintar yang saat ini sedang marak digandrungi konsumen tanah air. Padahal, ponsel yang mayoritas akan digunakan untuk mengakses data akan lebih baik memakai teknologi jaringan CDMA karena kualitas akses datanya lebih unggul.

Beruntung beberapa vendor ponsel sudah mau membuat ponsel yang memakai jaringan CDMA, seperti Samsung yang mengeluarkan Samsung Galaxy Y. Beberapa vendor lain juga akan mengeluarkan produk serupa seperti iPhone dengan teknologi CDMA hingga Blackberry Dakota dan Montana yang mendukung teknologi CDMA.

“Kualitas akses data CDMA bisa diadu dengan GSM, kami lebih cepat,” pungkasnya.